Alat Hemat BBM.com

Pusat Alat Penghemat BBM dan BBG | Untuk MOBIL, GENSET, SEPEDA MOTOR, BOILER, KAPAL LAUT dan MESIN INDUSTRI.

Harga BBM PASTI NAIK, Industri Harus SIAGA !!!

Penghemat BBM XPOWER | Solusi Penghematan BBM | Hemat BBM untuk MOBIL, Sepeda Motor dan Mesin-mesin Industri.

penghemat BBM XPOWER,solusi kenaikan harga minyak dunia,Call HILDAN 0852 340 89 809,www.alathematbbm.com ,www.xpower-indonesia.com

Duniaindustri.com (Februari 2012) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengisyaratkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi karena harga minyak dunia yang saat ini sudah mencapai US$ 115 per barel. Pemerintah terpaksa akan menaikkan harga BBM subsidi untuk menekan anggaran subsidi dalam APBN 2012 yang bakal bengkak.

Presiden SBY menegaskan hal itu di Istana Negara, Jakarta. “Dari apa yang berkembang sekarang ini maka konstruksi kebijakan yang akan kita tempuh, bagaimanapun jangka menengah dan jangka panjang itu konversi dari BBM ke BBG terus kita lakukan. Kedua, Harga BBM mau tidak mau tentu mesti disesuaikan dengan kenaikan yang tepat, kenaikan tertentu,” kata SBY.

SBY akan mengajukan APBN Perubahan kepada DPR agar kenaikan harga BBM diperbolehkan. “Dengan perencanaan dibahas bersama DPR dan akan masuk dalam APBN-P harapan kita semua ini merupakan solusi untuk penyelamatan dan pengamanan ekonomi kita, penyelamatan dan pengamanan APBN kita,” kata SBY. Belum dijelaskan berapa kenaikan harga BBM subsidi. Ini nanti akan dibahas bersama DPR.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik di tempat yang sama menjelaskan, pemerintah mengusulkan tiga opsi kenaikan harga BBM subsidi, naik Rp 500, Rp 1.000, dan Rp 1.500. “Tiga angka itu yang masuk,” kata Jero.

Pemerintah juga berjanji akan memberikan kompensasi kepada masyarakat miskin jika harga BBM subsidi naik. Bentuk kompensasi bisa berupa uang tunai, uang transport untuk rakyat yang naik angkutan umum. Tapi belum dijelaskan dampak secara luas yang akan dirasakan oleh pelaku industri.

Menurut sejumlah sumber, termasuk nusantaranews.wordpress.com, sejak jatuhnya pemerintahan Soekarno dan masuknya pengaruh kapitalis liberal di era tahun 1967,  pemerintah (Presiden) telah menaikkan harga BBM sebanyak 28 kali dalam kurun waktu 41 tahun. Rata-rata setiap 1,5 tahun (18 bulan), pemerintah menaikkan harga BBM. Selama kurang setengah abad, pemerintah telah menaikkan harga BBM rata-rata 10.000 kali atau 1 juta persen lebih mahal dari tahun 1965.

Hanya 5 kali pemerintah menurunkan harga BBM. Pertama ketika tahun 1986, Pemerintahan Soeharto menurunkan solar sebesar 17,4%. Kedua, ketika krisis moneter tahun 1998, aksi demonstrasi mahasiswa menuntut Presiden Soeharto mencabut Keppres No 69 Tahun1998 tentang kenaikan BBM, dan lalu menerbitkan Keppres No 78 Tahun 1998 untuk menurunkan kembali harga bensin, solar, dan minyak tanah masing-masing 16,7%, 8,3% dan 20%.

Kebijakan serupa dilakukan oleh Presiden Megawati yang menurunkan harga solar dari Rp 1.890 kembali menjadi Rp 1.650 di tahun 2003. Di masa pemerintahan SBY, harga bensin kembali diturunkan Rp 500 di awal Desember 2008 setelah kenaikan harga Rp 1.500 di akhir Mei tahun yang sama. Sebelumnya, pemerintah SBY telah menaikkan harga BBM yang begitu fantastis pada 1 Oktober 2005. SBY menaikkan harga bensin dari Rp 2.400 menjadi Rp 4.500 serta solar dari Rp 2.100 menjadi Rp 4.300. Tanggal 15 Desember 2008, pemerintah SBY kembali menurunkan harga premium dan solar masing-masing menjadi Rp 5.000 dan Rp 4.700.(Tim redaksi 02)

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga kami bisa memberikan SOLUSI bagi peningkatan efisiensi pada perusahaan Anda. Untuk informasi lebih lengkap silahkan menghubungi kami 24 jam nonstop :

Alamat :

JL.Moch.Rasyid No.9B, RT.03 RW.03,Mulyorejo, Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia 65147.

Kontak :
HILDAN FATHONI, SE
0852 340 89 809 (TELKOMSEL)
0858 5626 1913 (INDOSAT)
0878 5909 2409 (XL)
0341-5470 688 (FLEXI)
Call Center 24 Hours

 

Email : TeladanGroup@yahoo.com

Incoming search terms:

Alat Penghemat BBM XPOWER pada Kapal Tugboat Kapal Tongkang

Alat penghemat BBM XPOWER pada Tug Boat Kapal Tongkang

Alat Penghemat BBM XPOWER | Kapal Tug Boat Batu Bara PT.HUMPUSS HTC | Kapal Tongkang Batu Bara

Alhamdulillah dengan ijin dan ridho Alloh SWT, produk kami yaitu alat penghemat BBM dan BBG Non-Katalis dengan merek XPOWER ENGINE UP telah dipercaya oleh berbagai perusahaan di Indonesia. Salah satu diantaranya adalah oleh PT.HUMPUSS/HTC.

Alat penghemat BBM dan BBG Non-Katalis telah dipercaya untuk menangani beberapa armada kapal tongkang (tug boat) pengangkut batu bara. XPOWER merupakan produk penghemat BBM satu-satunya yang dipercaya perusahaan tersebut untuk meningkatkan kinerja armada, meningkatkan efisiensi bahan bakar serta menghemat pengeluaran biaya operasional secara signifikan.

Ada data mengenai XPOWER pemasangan adalah sebagai berikut :

1.  Nama Perusahaan / Klien : PT.HUMPUSS / HTC.

2. Lokasi Perusahaan : Jakarta.

3. Tanggal Pemasangan : 18 Juli 2011.

4. Tipe XPOWER yang dipasang pada Kapal Tongkang (Tug Boat) :

  • Tipe FIT-1.000 HP : Jumlah 16 unit, dipasang pada 16 unit GENSET 50 KVA, bahan bakar HSD / SOLAR. Penghematan bahan bakar : 20%.
  • Tipe FIT-3.000 HP : Jumlah 6 unit, dipasang pada 6 unit MAIN ENGINE 1.600 HP , bahan bakar HSD / SOLAR. Penghematan bahan bakar : 15%.
  • Tipe FIT-4.000 HP : Jumlah 10 unit, dipasang pada 6 unit MAIN ENGINE 2.000 HP, bahan bakar HSD / SOLAR. Penghematan bahan bakar : 15%.

Dengan penghematan bahan bakar antara 15-20% tentunya sangat berpengaruh pada efisiensi perusahaan, ditambah dengan meningkatnya performence mesin Tugboat, bersihnya emisi gas buang, dan semakin awetnya mesin tugboat.

Penghematan bahan bakar tersebut juga bisa dirasakan oleh perusahaan Anda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kami.

Hubungi kami 24 JAM NON-STOP:

HILDAN FATHONI, SE
0852 340 89 809 (TELKOMSEL)
0858 5626 1913 (INDOSAT)
0878 5909 2409 (XL)
0341-5470 688 (FLEXI)
.:: Call Me Please 24 Hours ::.

Alamat Kantor :
JL.Moch.Rasyid No.9 B, RT.03 RW.03,Mulyorejo, Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia 65147.

Email : TeladanGroup@yahoo.com

 

Incoming search terms: